Donny Damara jadi guru dan badut



...

Aktor berusia setengah abad, Donny Damara, bertransformasi jadi guru mengaji yang menyambi sebagai badut dalam film Guru Ngaji & Badut Maximal.

Bagi Donny yang memulai debut bermain film sebagai penyiar radio dalam Cinta Anak Jaman (1988), karakter guru mengaji --plus badut-- baru pertama kali dimainkannya.

Sejumlah karakter tokoh yang sebelumnya ia perankan, antara lain sebagai taruna Akademi Angkatan Udara (dalam Perwira dan Ksatria), pengacara idealis (2014: Siapa di Atas Presiden), hingga sosok waria (Lovely Man).

Dalam film yang terakhir disebutkan, Donny meraih Piala Citra di Festival Film Indonesia 2012 untuk kategori Pemeran Utama Pria Terbaik. Ia menyisihkan kandidat lain seperti Emir Mahira (Garuda di Dadaku 2), M. Syihab Imam Muttaqin (Cita-citaku Setinggi Tanah), Reza Rahadian (Test Pack: You're My Baby), dan Tyo Pakusadewo (Rayya: Cahaya di Atas Cahaya).

Dalam menjalani karier, alumni FISIP Universitas Indonesia itu mengaku tidak pernah tebang pilih dalam urusan memilih peran. Dalam kamus Donny, semua peran itu penting. Bahkan untuk peran pembantu sekalipun.

"Hati saya harus ikut dalam peran itu. Sebagai aktor saya harus bertanggung jawab dengan peran yang saya ambil. Film kan ditonton banyak orang," ujarnya saat diwawancarai Media Indonesia.

Berdasarkan catatan filmindonesia.or.id, Guru Ngaji & Badut Maximal yang diproduksi Chanex Ridhall Pictures menjadi film ke-25 bagi Donny. Terakhir ia muncul sebagai Komandan dalam film Iseng yang ditayangkan pada 10 Maret 2016.

Dalam rilis pers yang diterima Beritagar.id (26/4), proses syuting Guru Ngaji & Badut Maximal yang dikomandani Erwin Arnada sudah berlangsung sejak Minggu (23/4/2017), di Boyolali, Jawa Tengah.

Jika semua proses berjalan lancar, diharapkan film tersebut sudah tayang di bioskop pada penghujung 2017.

Film ini bercerita tentang Mukri (Donny Damara), seorang guru mengaji di Desa Tempuran, Karawang, Jawa Tengah, yang bekerja sampingan sebagai badut untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

Dalam kesehariannya, Mukri menjadi badut bersama Parmin (Ence Bagus), lelaki sederhana yang bercita-cita membeli motor agar bisa mendapat perhatian Rahma (Andania Suri). Pasalnya Parmin harus bersaing dengan Yanto (Dodit Mulyanto) yang terang-terangan juga menaruh hati pada Rahma.

Erwin juga ikut menulis skenario bersama Alim Sudio. "Gagasan yang ingin disampaikan film ini adalah tentang keikhlasan seorang guru mengaji bersama anak dan istrinya dalam menghadapi hidup yangg penuh cobaan," tutur Erwin yang sebelumnya menyutradarai Rumah di Seribu Ombak (2012).

CEO Chanex Ridhall Pictures, Rosa Rai Djalal (42), yang akan menjalankan peran ganda sebagai produser dan produser eksekutif dalam film ini menuturkan, setelah film Iqro: Petualangan Meraih Bintang yang meraup 291.408 penonton, ia tertantang untuk kembali membuat sebuah film yang bisa dinikmati seluruh keluarga.

"Kami mencoba membuat sebuah film komedi religius yang bisa memberi makna bagi para penonton. Ada nilai-nilai kejujuran, keikhlasan, kesetiakawanan, dan toleransi yang coba kami sisipkan dalam berbagai adegan sepanjang film," jelas Rosa, dokter gigi yang memiliki Rays International Dental Clinic.

Film Guru Ngaji & Badut Maximal yang juga menghadirkan Dewi Irawan, Tarzan Srimulat, Verdi Solaiman, dan Endah Laras menjadi produksi keempat yang melibatkan Chanex Ridhall Pictures setelah Stay With Me, Iqro, dan Bukaan 8.

SUMBER : https://beritagar.id/




© 2018 Guru Ngaji dan Badut Maksimal. All rights reserved , Powered By nanangkristanto.com