Kenangan Masa Kecil Cakra Khan Bersama Guru Ngaji



...

Terlibat dalam film terbaru berjudul 'Guru Ngaji' membuat penyanyi Cakra Khan mengulang kembali kenangan masa kecilnya saat ia menjalani hari-hari dengan mengaji setiap malam. 

Penyanyi kelahiran Pangandaran, Jawa Barat ini mengaku kala itu mengaji adalah hal wajib yang harus dilakukannya selain sekolah. Bahkan di kampungnya, Cakra sampai mempunyai tiga orang guru ngaji. 

"Memang kan di kampung sering ada sekolah agama, ada kultum (kuliah tujuh menit) dan mengaji di malam hari," ungkap Cakra saat ditemui di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/3). 

Kebiasannya mengaji itu pun meninggalkan kenangan tersendiri dalam hidup Cakra, terutam soal sosok guru ngajinya. Ia ingat betul bagaimana guru-gurunya memperlakukan para murid dengan perhatian layaknya orangtua sendiri. Mereka pun tak segan-segan mengajar dengan sukarela tanpa harus menerima bayaran dari muridnya. "Guru ngaji saya tidak pernah minta bayaran. Bahkan ada guru ngaji saya yang sengaja mampir ke rumah untuk ngecek tadarus saya sudah sampai mana. Jadi memang saya akui keikhlasan mereka. Kadang kita kasih (uang) mereka enggak mau," kenangnya.

"Saya juga masih ingat salah satu guru ngaji, yang setiap kali saya mengaji, saya pasti digendong pulang dan dianterin ke rumah," tambahnya sambil tersenyum. Karena itu saat ia dipercaya untuk mengisi Original Soundtrack film 'Guru Ngaji' yang berjudul 'Jangan Mudah Putus Asa', ciptaan Ahmad Ferdy dan Ade Govinda, penyanyi berusia 26 tahun itu langsung kembali ke kampung halamannya untuk menjumpai guru ngajinya. Menurutnya bisa menyanyikan lagu untuk 'Guru Ngaji' memberikan efek positif juga dalam diri Cakra. "Kemarin pas dapat materi ini langsung pulang alhamdulillah mereka masih mengajar di madrasah yang sama, masih sehat. Dengan lagu ini semoga bisa mengingatkan jasa-jasa guru ngaji yang mengajar kita waktu dulu,” katanya.

Cakra Khan

Cakra Khan. (Foto: Munady Widjaja)

Lebih lanjut pelantun 'Kekasih Bayangan' ini mengatakan bahwa meski lagu yang ia bawakan mengangkat tentang guru ngaji, namun tetap berisikan pesan-pesan yang universal. "Mungkin ada yang nyenggol soal guru ngajinya, misal 'setiap malam berbagi ilmu' karena itu yang dilakukan guru ngaji ya. Tapi ada bait yang kita bikin general jadi kita enggak merujuk sebuah agama tapi intinya kita ikhlas selalu berbuat baik pada sesama tanpa pandang bulu," tandasnya.

Sumber  : https://kumparan.com/




© 2018 Guru Ngaji dan Badut Maksimal. All rights reserved , Powered By nanangkristanto.com