Lewat Film Guru Ngaji & Badut MaKSimal, Sutradara Ingin Tebarkan Nilai Toleransi



...

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sutradara film Guru Ngaji & Badut Maximal, Erwin Arnada, ingin menunjukkan sikap toleransi lewat film yang tengah digarapnya.

Film tersebut yaitu Guru Ngaji & Badut MaKSimal yang saat ini tengah mejalani proses syuting di Boyolali, Jawa Tengah.

“Saya konsen dengan yang namanya sikap toleransi keberagaman, saling hormat antara kepercayaan, keberagaman lah intinya,” kata Erwin Arnada kepada TribunSolo.com, Jumat (5/5/2017) di Sukoharjo. 

“Kalau kita memberikan pesan itu secara verbal jadi khotbah makanya kita kemas ke dalam versi komedi, berharap itu bisa lebih diterima masyarakat,” ujarnya.

Skenario film bergenre komedi ini ialah Alim Sudio.

Untuk proses produksinya diserahkan kepada Chanex Ridhall Pictures.

Sedangkan bertindak sebagai produser adalah Rosa Rai Djalal yang dibantu Ichwan Persada sebagai line produser.

Adapun film Guru Ngaji & Badut MaKSimal ini bercerita tentang Mukri yang diperankan Donny Damara seorang guru ngaji di Desa Tempuran.

Ia diceritakan bekerja sampingan sebagai badut untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

Sehari-hari, Donny menjadi badut bersama Parmin yang diperankan Ence Bagus lelaki sederhana yang bercita-cita untuk membeli motor agar bisa mendapat perhatian Rahma yang (Andania Suri), perempuan Idamannya yang juga disukai oleh Yanto (Dodit Mulyanto).

Film ini kental dengan nuansa komedi serta turut menghadirkan Mantan Gadis Sampul Andania Suri dan Seniman Asli Solo, Endah Laras.

Film ini direncanakan akan tayang menjelang akhir tahun 2017. (*)




© 2018 Guru Ngaji dan Badut Maksimal. All rights reserved , Powered By nanangkristanto.com