Shooting "Guru Ngaji dan Badut Maximal" di Boyolali dan Sukoharjo



...

Solopos.com, SOLO — Sukses dengan Bukaan 8, Rumah Produksi Chanex Ridhall Pictures mulai menggarap film terbaru mereka yang mengangkat realitas kehidupan guru mengaji di daerah perdesaan dengan judul Guru Ngaji dan Badut Maximal.

Film tersebut menceritakan kisah tokoh utama bernama Mukri yang diperankan aktor kawakan Donny Damara. Kisah Mukri dimulai dari Desa Tempuran, Boyolali. Di sana ia menjadi sosok baik hati dan disegani.

Namun karena desakan ekonomi, Mukri terpaksa menjalani pekerjaan sampingan sebagai badut di Sukoharjo. Konflik mulai terjadi sejak si tokoh utama menjalani keputusan nekat tersebut.

Public Relations Chanex Ridhall Pictures Ogi Wicaksana dalam rilis, Rabu (26/4/2027), mengatakan proses shooting dimulai Minggu (23/1/2017) di Desa Tempuran Boyolali. Daerah Tempuran diceritakan sebagai kediaman Mukri dan tempatnya mengajar ngaji.

Selanjutnya mereka berpindah ke Dukuh Canden, Rejosari, Sukoharjo, yang diceritakan sebagai tempat ngamen sebagai badut. Selain dua daerah di kawasan Soloraya tersebut, proses pengambilan gambar juga dilakukan di Masjid Istiqlal, Jakarta.

“Kawasan perdesaan di wilayah Boyolali dan Sukoharjo kami anggap mewakili narasi cerita kami dalam film ini. Dan kebetulan wilayah di Boyolali dan Sukoharjo ini sangat sesuai dengan cerita kami,” kata dia berbincang dengan solopos.com, di warung Mommilk Jebres, Selasa (25/4/2017).

Produser yang juga sebagai CEO Chanex Ridhall Pictures, Rosa Rai Djalal menilai segmentasi penonton sangat luas. Digarap dengan sentuhan drama komedi dan religi oleh sutradara Erwin Arnada, film ini cocok dinikmati sebagai hiburan keluarga.

“Kami mencoba membuat sebuah film komedi religius yang bisa memberi makna bagi para penonton. Ada nilai-nilai kejujuran, keikhlasan, kesetiakawanan dan toleransi yang coba kami sisipkan dalam berbagai adegan sepanjang film. Melalui film ini kami ingin bercerita tentang bagaimana Mukri menyelesaikan masalahnya dan mewujudkan mimpinya namun dengan cara yang ringan dan mengundang canda tawa,” terangnya.

Donny saat dihubungi melalui PR Chanex Ridhall Pictures senang berkesempatan shooting di Boyolali dan Sukoharjo karena memiliki pemandangan alam yang apik. Proses pengambilan gambar cukup mengalihkan perhatiannya sejenak dari hiruk pikuk kepadatan Jakarta.

Di sisi lain ia mengatakan banyak pelajaran berharga dari film keempat Rosa Rai tersebut. Terutama soal ketulusan dan keikhlasan seorang manusia dalam menjalani takdirnya.

“Kebetulan dalam hal ini diceritakan seorang guru ngaji yang hidup di bawah garis sejahtera,” kata dia.

Selain Donny, deretan artis ternama seperti Tarzan, Andania Suri, dan komika Dodit Mulyanto turut meramaikan film ini. Seniman Solo, Endah Laras, juga turut terlibat dalam penggarapan sajian layar lebar ini. Ia memerankan sosok Bu Lurah, isteri Tarzan. Pihak Chanex Ridhall Pictures menjadwalkan tayang akhir 2017.

SUMBER : http://www.solopos.com/




© 2018 Guru Ngaji dan Badut Maksimal. All rights reserved , Powered By nanangkristanto.com